Langsung ke konten utama

TEORI EKONOMI BIAYA TRANSAKSI

Analisis ekonomi biaya transaksi adalah salah satu alat analisis yang populer di dalam ekonomi kelembagaan. Pengukuran biaya transaksi sering digunakan untuk menentukan efisiensi desain kelembagaan, yaitu bahwa jika dalam suatu kegiatan ekonomi (transaksi) terdapat biaya transaksi yang tinggi, maka kegiatan ekonomi tersebut cenderung tidak efisien secara kelembagaan. Namun, analisis biaya transaksi ini masih memiliki beberapa kelemahan untuk dapat digunakan dalam analisis operasional, yaitu:
  • Secara teoritis belum ada definisi yang tepat untuk menjelaskan biaya transaksi, sehingga timbul banyak cara pandang yang berbeda diantara ahli ekonomi kelembagaan.
  • Setiap kegiatan ekonomi bersifat spesifik, sehingga variabel dan biaya transaksi dari setiap kegiatan ekonomi juga berlaku secara khusus.
  • Pengukuran untuk setiap variabel dan biaya transaksi dalam kegiatan ekonomi sulit untuk dilakukan.

Definisi dan Makna Biaya Transaksi                                   
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, masih belum ada definisi yang pasti untuk menjelaskan apa itu biaya transaksi, sehingga menyebabkan munculnya beberapa cara pandang yang berbeda dari para ahli ekonomi kelembagaan, antara lain:
  • Williamson: Biaya transaksi adalah ongkos untuk menjalankan sistem ekonomi dan biaya untuk menyesuaikan terhadap perubahan lingkungan.
  • North: Biaya transaksi adalah ongkos untuk menspesifikasi dan memaksakan (enforcing) kontrak yang mendasari pertukaran, sehingga dengan sendirinya mencakup semua biaya organisasi politik dan ekonomi yang memungkinkan kegiatan ekonomi mengutip laba dari perdagangan (pertukaran).
  • Mburu: Biaya transaksi dapat diartikan untuk memasukkan tiga kategori yang lebih luas, yaitu sebagai biaya pencarian dan informasi, biaya negosiasi dan keputusan atau mengeksekusi kontrak, dan biaya pengawasan, pemaksaan, dan pemenuhan/pelaksanaan.
  • Furubotn dan Richter: Biaya transaksi adalah ongkos untuk menggunakan pasar (market transaction cost) dan biaya untuk memakai hak untuk memberikan pesanan (orders) didalam perusahaan (managerial transaction costs).
  • North dan Wallis: Biaya transaksi adalah ongkos untuk lahan, tenaga kerja, kapital dan keterampilan kewirausahaan yang diperlukan untuk mentransfer hak-hak kepemilikan (property rights) dari satu atau kelompok orang ke pihak yang lain.

Rasionalitas Terbatas dan Perilaku Oportunistik
Ada dua asumsi yang mendasari analisis biaya transaksi untuk membuat analisis orgasisasi ekonomi ini menjadi terarah, yaitu asumsi rasionalitas terbatas (bounded rationality) dan perilaku oportunistik (opportunistic). Asumsi rasionalitas terbatas memiliki arti bahwa setiap individu memiliki tingkat atau batas kesanggupan untuk menerima, menyimpan, mencari kembali dan memproses informasi tanpa kesalahan. Konsep rasionalitas terbatas ini didasari oleh dua prinsip, yaitu:
  • Individu atau kelompok memiliki batas kemampuan untuk memproses dan menggunakan informasi yang tersedia. Adanya keterbatasan ini disebabkan karena informasi yang tersedia sangat kompleks untuk dikelola (informational complexity), sehingga menyebabkan individu sulit untuk memahami dan mengolah data.
  • Hubungan sebab-akibat di semua negara didunia tidak mungkin dapat diidentifikasi dengan sempurna hanya dengan mengacu pada kejadian sebelumnya. Akibatnya, setiap pelaku ekonomi akan selalu dihadapkan pada informasi yang tidak lengkap (incomplete information), atau dengan kata lain terjadi ketidakpastian informasi (informational uncertainty).

Asumsi yang kedua, yaitu perilaku oportunistik dapat diartikan sebagai upaya untuk mendapatkan keuntungan melalui praktek yang tidak jujur dalam kegiatan transaksi. Tetapi, keuntungan yang didapat melalui keunggulan produktif, seperti lokasi yang strategis atau keterampilan lebih tidak dianggap sebagai sikap oportunistik.

Biaya Transaksi dan Efisiensi Ekonomi
Biaya transaksi dapat muncul karena ada penyimpangan-penyimpangan berikut:
  • Penyimpangan atas lemahnya jaminan hak kepemilikan.
  • Penyimpangan pengukuran atas tugas yang kompleks dan prinsip yang beragam (multiple-task)
  • Penyimpangan intertemporal (multiple-principal)
  • Penyimpangan yang muncul karena kelemahan dalam kebijakan kelembagaan (institutional environment)
Dua masalah utama dalam transaksi yang bisa menyebabkan kontrak beresiko adalah kurangnya/keterbatasan informasi dan spesifisitas aset. Keterbatasan informasi mengacu pada situasi dimana informasi tersebut didistribusikan secara tidak simetris antara pihak-pihak yang bertransaksi dan hanya dapat dibuat simetris dengan biaya yang besar. Sedangkan, spesifitas aset pada umumnya mengacu pada investasi yang memiliki waktu panjang untuk mendukung transaksi spesifik. Apabila nilai investasi tersebut lebih rendah dibandingkan dengan alternatif yang terbaik, maka seharusnya transaksi yang pertama dihentikan sebelum kontrak selesai.

Determinan dan Variabel Biaya Transaksi
Menurut Zhang (2000:288) Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya biaya transaksi adalah sebagai berikut:
  • What: the identity of bundle of right. Hak-hak memiliki banyak atribut yang nilai, pengukuran, kebijakan, dan pemaksaannya beragam dari satu jenis dengan tipe yang lain. Kesulitan mendapatkan informasi yang lengkap untuk mengidentifikasi variabilitas ini secara langsung juga mendeskripsikan bagaimana sulitnya menggambarkan hak-hak ini, dan tentunya hal ini mempengaruhi biaya dalam pertukaran
  • Who: to identity of agents involved in the exchange. Ini erat dengan faktor-faktor manusia yang muncul dalam asumsi Williamson, dimana rasionalitas terbatas, oportunisme, dan terjepitnya/kurangnya informasi.
  • How: the institutions, technical and social, governing the exchang, and how to organize the exchange. Dalam hal ini pasar diandaikan sebagai kelembagaan untuk memfasilitasi proses pertukaran, yang keberadaannya dibutuhkan untuk mengurangi biaya pertukaran sedangkan perusahaan juga dapat dianggap sebagai kelembagaan yang memfasilitasi pertukaran yang saling menguntungkan.

Menurut Beckman (2000:16), ada empat determinan penitng dari biaya transaksi sebagai unit analisis, yaitu:
  • Apa yang disebut sebagai atribut perilaku yang melekat pada setiap pelaku ekonomi, yaitu rasionalitas terbatas dan oportunisme.
  • Sifat yang berkenaan dengan atribut dari transaksi, yaitu spesifikasi, ketidakpastian, dan frekuensi.
  • Hal-hal yang berkaitan dengan struktur tata kelola kegiatan ekonomi, yaitu pasar, dan pengadilan, regulasi, birokrasi publik.
  • Faktor yang berdekatan dengan aspek lingkungan kelembagaan, yaitu hokum kepemilikan, kontrak, dan budaya.

Sumber:
Yustika, Ahmad Erani. 2013. Ekonomi Kelembagaan : Paradigma, Teori, dan Kebijakan. Malang: Erlangga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembangunan Perdesaan dan Kelembagaan Sektor Finansial

Pedesaan merupakan sebuah aspek yang tidak bisa dilepaskan dari pembangunan ekonomi negara. Pedesaan, terutama di negara berkembang umumnya identik dengan kemiskinan yang tinggi, banyaknya pengangguran, dan infrastruktur yang kurang. Maka, pembangunan ekonomi suatu negara tidak akan bisa terjadi secara efektif jika pembangunan di pedesaan terhambat. Keberhasilan pembangunan ini ditentukan dari bagaimana penduduk desa dapat melakukan mobilitas sosial-ekonomi. Dalam fenomena ini, kelembagaan menjadi penting, karena pembangunan kelembagaan sektor keuangan ( financial sector ) dapat menjadi instrumen penting dalam mengatasi kelangkaan modal di pedesaan. Modal dan Pembangunan Perdesaan Menurut Boeke, dalam penelitiannya tentang perekonomian Hindia-Belanda, perekonomian Indonesia terbagi menjadi dua sektor yang tidak saling berhubungan, yaitu sektor tradisional dan modern. Konsep dualisme ekonomi ini dapat dijelaskan dalam beberapa tahapan berikut: Fase pertama , tujuan pembangunan ...

teori modal sosial

Berbeda dengan dua modal lainnya yang lebih dulu popular dalam bidang ilmu sosial, yakni modal ekonomi dan modal manusia, modal sosial baru eksis bila  ia berinteraksi dengan struktur sosial. hal inilah yang menyebabkan Coleman mendefinisikan modal sosial berdasarkan fungsinya. Menurutnya modal sosial bukanlah entitas tunggal, tetapi entitas majemuk yang mengandung dua elemen. Modal sosial mecakup beberapa aspek dari struktur sosial dan modal sosial memfasilitasi tindakan tertentu dari pelaku, baik individu maupun perusahaan di dalam struktur tersebut. Modal sosial juga bersifat produktif, yakni membuat pencapaian tujuan tertentu yang tidak mungkin diraih bila keberadaannya tidak eksis.  Terdapat tiga bentuk dari modal sosial. pertama, struktur kewajiban, ekspektasi dan kepercayaan. Kedua, jaringan informasi, informasi sangatlah penting sebagai basis tindakan. Ketiga, norma dan sanksi yang efektif. Norma dalam sebuah komunitas yang mendukung individu untuk memeroleh...

Teori Kontrak dan Tindakan Kolektif

Teori Kontrak dan Tindakan Kolektif Teori kontrak dan tindakan kolektif sangat besar peranannya untuk membantu dalam membangun kesetaraan antar pelaku ekonomi. Ketidaksetaraan dapat berwujud dalam posisi daya tawar maupun informasi asimetris. Dalam kegiatan ekonomi biasanya terdapat beberapa pihak yang memeroleh keuntungan di atas beban pihak lain. Kegiatan ekonomi yang seperti tidaklah ideal karena ada pihak yang menjadi korban. Dua teori tersebut dapat digunakan sebagai dasar pembuatan regulasi untuk mencapai kesetaraan antar pelaku ekonomi Teori Kontrak dan Informasi Asimetris Kontrak secara umum menggambarkan kesepakatan satu pelaku untuk melakukan tindakan yang memiliki nilai ekonomi kepada pihak lain, tentunya dengan konsekuensi adanya tindakan balasan atau pembayaran. Dalam kenyataannya, kontrak selalu tidak lengkap karena dua alasan. Pertama, adanya ketidakpastian menyebabkan terbukanya peluang yang cukup besar bagi munculnya contingencies, sehingga hal itu b...