Teori Kontrak dan Tindakan Kolektif
Teori kontrak dan tindakan kolektif sangat besar peranannya
untuk membantu dalam membangun kesetaraan antar pelaku ekonomi. Ketidaksetaraan
dapat berwujud dalam posisi daya tawar maupun informasi asimetris. Dalam kegiatan
ekonomi biasanya terdapat beberapa pihak yang memeroleh keuntungan di atas
beban pihak lain. Kegiatan ekonomi yang seperti tidaklah ideal karena ada pihak
yang menjadi korban. Dua teori tersebut dapat digunakan sebagai dasar pembuatan
regulasi untuk mencapai kesetaraan antar pelaku ekonomi
Teori Kontrak dan
Informasi Asimetris
Kontrak secara umum menggambarkan kesepakatan satu pelaku
untuk melakukan tindakan yang memiliki nilai ekonomi kepada pihak lain,
tentunya dengan konsekuensi adanya tindakan balasan atau pembayaran.
Dalam kenyataannya, kontrak selalu tidak lengkap karena dua
alasan. Pertama, adanya ketidakpastian menyebabkan terbukanya peluang yang
cukup besar bagi munculnya contingencies, sehingga hal itu berimplikasi kepada
munculnya biaya untuk mengetahui dan mengidentifikasi dalam rangka merespons
seluruh kemungkinan ketidakpastian tersebut. Kedua, kinerja kontrak khusus,
misalnya menentukan jumlah energi yang dibutuhkan pekerja untuk melakukan
pekerjaan yang rumit, mungkin membutuhkan biaya yang banyak untuk melakukan
pengukuran.
Mekanisme Penegakan
dan Instrumen Ekstralegal
Terdapat empat aspek yang bisa disimpulkan menjadi faktor
perbedaan jenis kontrak. Pertama, jangka waktu dari kontrak. Hampir semua studi
empiris yang dilakukan menunjukan bahwa jangka waktu sangat berhubungan dengan
atribut dari transaksi. Oleh karena itu, jangka waktu sekaligus juga
menggambarkan komitmen dari para mitra. Kedua, derajat kelengkapan, yang
mencakup variabel-variabel harga, kualitas, aturan keterlambatan, dan penalti. Beberapa
studi menunjukan bahwa derajat kelengkapan kontrak meningkat seiring dengan
spesifikasi aset dan menurun bersamaan dengan ketidakpastian. Ketiga, kontrak
biasanya bersinggungan dengan insentif. Di sini hanya terdapat sedikit jenis
mekanime insentif. Mekanisme tersebut antara lain adalah sistem tingkat yang
tetap, upah berdasarkan jam kerja, distribusi bagian kepada pekerja,
pengembalian aset yang dibayarkan kepada pemilik, dan sewa yang dibagi di
antara mitra yang bergabung dalam proyek. Keempat, prosedur penegakan yang
berlaku. Kontrak berhubungan dengan mitra untuk tujuan yang saling
menguntungkan, tetap pada tempo yang bersamaan kontrak juga menyimpan resiko
kerugian melalui sikap oprtunis.
Teori Tindakan
Kolektif dan Free-Riders
Terdapat tiga kondisi yang dimana jika ketiga kondisi
tersebut eksis maka dapat menyebabkan munculnya free riders. Pertama, barang
atau jasa yang diproduksi bersama, jika tidak maka tindakan kolektif tidak
dibutuhkan. Kedua, produksi memberikan laba kepada semua anggota kelompok,
sehingga tidak mungkin mengeluarkan anggota yang gagal berkontribusi dalam
aktivitas produksi. Ketiga, produksi dalam barang-barang publik menyertakan
biaya. Free riders adalah individu yang tidak mengeluarkan biaya namun menerima
tetap menerima benefit.
Komentar
Posting Komentar