Langsung ke konten utama

Penerapan Biaya transaksi dalam sehari-hari

Jika kita membaca dari berbagai sumber, maka kita menemukan bahwa sesungguhnya secara teoritis masih belum ada definisi yang tepat untuk biaya transaksi itu sendiri. 
North beragumentasi bahwa biaya transaksi di negara berkembang umumnya rendah. Hal ini dapat dipengaruhi oleh seberapa besar kedekatan hubungan dalam antar komunitas. Semakin kompleks dan impersonal jaringan perdagangan maka akan menyebabkan biaya transaksi yang semakin besar juga. North juga mengartikan biaya transaksi sebagai ongkos untuk melakukan negosiasi, mengukur, dan memaksakan pertukaran.
Jenis biaya transaksi pun ada 4 macam yaitu biaya adaptasi, biaya negoisasi, biaya mencari informasi, dan biaya monitoring. Tingginya biaya transaksi dapat disebabkan lemahnya kebijakan kelembagaan, lemahnya integritas, adanya informasi yang tidak jelas, dan lemahnya jaminan hak kepemilikan.

Biaya transaksi akan  mengakibatkan total biaya akan semakin meningkat. Semakin kecil biaya transaksi yang bisa ditekan maka akan semakin kecil total biaya. Hal ini akan berpengaruh terhadap harga jual sehingga ada keterkaitan antara biaya transaksi yang tinggi dengan harga barang yang mahal. Beberapa sumber mencotohkan tentang biaya transaksi dari ikan. Hasil kajian/telaah yang telah dilakukan memperlihatkan bahwa industri perikanan menghadapi masalah serius tentang biaya tinggi akibat tingginya biaya transaksi dan berakibat sulitnya perikanan dalam negeri bersaing dengan produk diluar negeri. Biaya-biaya diluar biaya produksi tersebut mempengaruhi harga jual produk sehingga pada akhirnya mempengaruhi daya saing produk di dalam negeri maupun di luar negeri.


Sedangkan biaya transaksi dalam kehidupan sehari-hari yang pernah saya alami adalah mencari kosan saat menjadi mahasiswa baru. Saat dinyatakan diterima di Universitas Brawijaya, posisi saya saat itu berada di Kota asal saya Jakarta. Sehingga, saya meminta seseorang yang saya kenal di kota Malang untuk mencarikan saya tempat kost. Sedangkan orang tersebut pada waktu itu juga membantu mencarikan kosan melalui agen iklan kos di kota Malang. Sehingga adapun biaya transaksi yang saya keluarkan adalah:
1.   Biaya untuk menghubungi orang yang saya kenal agar mencarikan tempat kost terlebih dahulu, hingga saya ke Malang. 
2. Biaya mendapatkan informasi mengenai daerah kost yang dekat dengan kampus dan pemukimannya nyaman.
3. Biaya untuk memberikan balas jasa terhadap orang yang telah mencarikan saya tempat kost dan biaya untuk agen iklan yang telah membantu mencarikan kosan.
4. Biaya negosiasi

Sehingga biaya transaksi tersebut meningkatkan total pengeluaran yang harus saya keluarkan untuk menyewa sebuah kos perempuan yang nyaman dan sesuai dengan yang saya harapkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembangunan Perdesaan dan Kelembagaan Sektor Finansial

Pedesaan merupakan sebuah aspek yang tidak bisa dilepaskan dari pembangunan ekonomi negara. Pedesaan, terutama di negara berkembang umumnya identik dengan kemiskinan yang tinggi, banyaknya pengangguran, dan infrastruktur yang kurang. Maka, pembangunan ekonomi suatu negara tidak akan bisa terjadi secara efektif jika pembangunan di pedesaan terhambat. Keberhasilan pembangunan ini ditentukan dari bagaimana penduduk desa dapat melakukan mobilitas sosial-ekonomi. Dalam fenomena ini, kelembagaan menjadi penting, karena pembangunan kelembagaan sektor keuangan ( financial sector ) dapat menjadi instrumen penting dalam mengatasi kelangkaan modal di pedesaan. Modal dan Pembangunan Perdesaan Menurut Boeke, dalam penelitiannya tentang perekonomian Hindia-Belanda, perekonomian Indonesia terbagi menjadi dua sektor yang tidak saling berhubungan, yaitu sektor tradisional dan modern. Konsep dualisme ekonomi ini dapat dijelaskan dalam beberapa tahapan berikut: Fase pertama , tujuan pembangunan ...

teori modal sosial

Berbeda dengan dua modal lainnya yang lebih dulu popular dalam bidang ilmu sosial, yakni modal ekonomi dan modal manusia, modal sosial baru eksis bila  ia berinteraksi dengan struktur sosial. hal inilah yang menyebabkan Coleman mendefinisikan modal sosial berdasarkan fungsinya. Menurutnya modal sosial bukanlah entitas tunggal, tetapi entitas majemuk yang mengandung dua elemen. Modal sosial mecakup beberapa aspek dari struktur sosial dan modal sosial memfasilitasi tindakan tertentu dari pelaku, baik individu maupun perusahaan di dalam struktur tersebut. Modal sosial juga bersifat produktif, yakni membuat pencapaian tujuan tertentu yang tidak mungkin diraih bila keberadaannya tidak eksis.  Terdapat tiga bentuk dari modal sosial. pertama, struktur kewajiban, ekspektasi dan kepercayaan. Kedua, jaringan informasi, informasi sangatlah penting sebagai basis tindakan. Ketiga, norma dan sanksi yang efektif. Norma dalam sebuah komunitas yang mendukung individu untuk memeroleh...